Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) menyambut kedatangan 136 mahasiswa baru program sarjana di Selasar Barat Fisipol UGM pada Kamis (6/8) dan 49 mahasiswa baru program magister di Auditorium Mandiri Fisipol UGM pada Jumat (14/8). Kegiatan penyambutan tersebut diisi dengan perkenalan tim pengelola departemen dan prodi, dosen, tenaga kependidikan, serta staf Institute of International Studies (IIS) yang merupakan pusat kajian di bawah DIHI. Di samping itu, mahasiswa baru juga mendapat informasi awal mengenai program unggulan dan panduan akademik di departemen.
Kedua kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan dari Dr. Ririn Tri Nurhayati selaku Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Dr. Ririn membuka sambutannya dengan mengucapkan selamat datang dan selamat atas keberhasilan meraih kesempatan berkuliah di UGM. Sejalan dengan visi pendidikan yang dirancang oleh DIHI, beliau berharap para mahasiswa baru dapat mengedepankan nilai inklusivitas dan semangat keberpihakan agar nantinya turut berkontribusi menciptakan tatanan dunia yang lebih adil, damai, dan beradab. Sementara itu, pada saat penyambutan mahasiswa baru program magister, Prof. Mohtar menutupnya dengan menyampaikan pentingnya memanfaatkan fasilitas kampus yang tersedia di luar ruang kelas, seperti kegiatan dan organisasi kemahasiswaan. Dengan membangun keterlibatan di luar ruang kelas, beliau berharap mahasiswa dapat menjadi pembelajar sepanjang hayat yang tidak dibatasi ruang kelas saja.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, demografi mahasiswa baru angkatan 2026 cukup beragam. Pada jenjang sarjana, mahasiswa baru terdiri dari 86 mahasiswa kelas reguler dan 50 mahasiswa kelas International Undergraduate Program (IUP). Berdasarkan survei singkat yang dilaksanakan saat penyambutan, mereka berasal dari 21 dari 38 provinsi di Indonesia. Menariknya, sejumlah mahasiswa tidak hanya berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tetapi juga berasal dari jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta jurusan Seni.
Sementara itu, mahasiswa baru program magister berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bener Meriah, Aceh, hingga Jayapura, Papua. Selain itu, terdapat dua mahasiswa internasional yang berasal dari Texas, Amerika Serikat, dan Kuala Lumpur, Malaysia. Dari 49 mahasiswa baru tahun ini, yang mengambil konsentrasi Hubungan Internasional (MAIR) berjumlah 40 orang, sedangkan yang mengambil konsentrasi Transformasi Digital dan Daya Saing (DTC) sebanyak 9 orang.
Penulis : Rifqie Zullian
Penyunting : Nurhawira Gigih Pramono
Foto/Sampul : Galih Fatria Akbar