Segenap pengurus dan tenaga kependidikan Prodi Magister Ilmu Hubungan Internasional (MIHI) menerima kunjungan dari Prodi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya pada Jumat (14/8). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Sidang DIHI ini merupakan bagian dari program benchmarking HI UB yang sedang mengembangkan prodi baru pada jenjang magister. Di samping dosen dan tendik, turut hadir lima mahasiswa baru MIHI yang menempuh studi sarjananya di HI UB.
Proses diskusi diawali dengan pertanyaan yang telah disiapkan oleh perwakilan HI UB, yaitu Dr. Muhaimin Zulhair Achsin. Diskusi meliputi berbagai aspek, seperti pengembangan keilmuan dan mata kuliah, penyusunan profil lulusan dan capaian pembelajaran, hingga pengalaman dalam pengelolaan prodi sehari-hari.
Dr. Muhammad Rum, selaku Ketua Prodi MIHI, menjelaskan bahwa kurikulum prodi dirancang dengan mengedepankan perspektif Global South dan upaya untuk outwitting rezim atau tata kelola internasional demi mendorong hubungan internasional yang berkeadilan. Poin-poin tersebut selaras dengan visi departemen untuk membangun masyarakat dunia yang adil, damai, dan beradab.
Sementara itu, Sekretaris Prodi MIHI Dr. diah kusumaningrum menambahkan berbagai informasi terkait kerja sama akademik yang pernah diinisiasi oleh MIHI. Di antaranya, joint courses dengan Network on Humanitarian Action (NOHA) dan Osaka University tentang diplomasi kemanusiaan, serta yang terbaru, Joint Course on Post-Conflict Justice dengan University of Melbourne pada mata kuliah Studi Perdamaian Internasional tahun 2024.
Sebagai penutup, Dr. Rum berharap kehadiran prodi magister baru di HI UB nantinya dapat memberikan warna baru dan memperkaya studi HI di Indonesia. Selain itu, ia juga berharap pertemuan ini dapat mempererat jalinan kerja sama di antara HI UGM dan HI UB.
**
Penulis: Nurhawira Gigih Pramono
Penyunting: Shavira Melanie Putri
Foto dan desain: Galih Fatria Akbar