This article examines how middle powers develop their strategies for influencing other members of international society. This research is important as the literature on middle powers assumes that they possess significant persuasive power, yet does not explain how such persuasive capabilities are developed.
Arsip:
Terbitan
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia menyaksikan perubahan yang mendasar akibat transformasi digital. Kemunculan berbagai teknologi digital kontemporer seperti kecerdasan digital artifisial (artificial intelligence/AI), 3D printing, otomasi, robotik, dan ‘Internet of Things’ telah mendorong perubahan yang signifikan dalam berbagai tatanan sosial, ekonomi dan politik yang ada. Transformasi digital juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, konektivitas internet, serta desain maupun produksi konten digital. Kemunculan beberapa istilah baru seperti new economy, knowledge economy, digital natives, dan digital innovation kian memperkuat kehadiran transformasi digital dalam kehidupan abad ke-21 (Holroyd and Coates, 2015). Semakin meluasnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan, yang beriringan dengan intensifikasi globalisasi yang mengubah pola relasi antaraktor di tingkat global, juga menjadi salah satu karakteristik utama dari transformasi ini
Inter-firm cooperation has been a long-established practice within the modern world of business. This paper, therefore, aims at examining this fact by tracking the dynamics of inter-firm cooperation in the past three centuries.




