Pada 17 November 2023, CEO OpenAI, Sam Altman, mendadak dipecat akibat ketidaksetujuan ideologis dengan dewan perusahaan. Namun, dalam kejutan lain, pada 22 November 2023, Altman secara resmi kembali menjabat sebagai CEO setelah terjadi perombakan struktur kepemimpinan. Peristiwa ini mencerminkan kompleksitas dalam mengelola inovasi yang bertanggung jawab. Dalam reportasenya, Hao dan Warzel (2023) menginvestigasi puncak kompleksitas inovasi di OpenAI terjadi setelah peluncuran ChatGPT yang memperdalam ketegangan internal dan menyoroti tantangan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara visi komersial dan komitmen pada keamanan serta etika. Dengan bergabungnya Microsoft sebagai "non-voting observer" dalam dewan, kolaborasi antara OpenAI dan perusahaan teknologi tersebut semakin menguatkan fokus pada inovasi yang bertanggung jawab. Tidak seperti perusahaan teknologi lainnya, OpenAI tidak dirancang untuk mengikuti nilainilai yang mendominasi industri teknologi pada umumnya. Sejak berdiri pada tahun 2015 sebagai organisasi nirlaba, OpenAI bertekad menciptakan kecerdasan buatan umum/ artificial general intelligence (AGI) yang bermanfaat bagi “manusia secara keseluruhan." Dalam cita-cita ini OpenAI beroperasi layaknya fasilitas penelitian dengan orientasi nirlaba yang terlihat jelas dalam slogan perusahaan “Creating safe AGI that benefits all humanity”
Arsip:
Terbitan
Indonesia attempted to use its foreign policy to address domestic and international objectives in its relations with other nations. Due to Indonesia's success in the 1955 AAC and involvement in the 1961 NAM, the country's administration used the SSTC mechanism to further local goals.
While showing slow and weak progress, Southeast Asia has demonstrated a unique human rights institutionalization process. More Southeast Asian countries have adopted international human rights standards than before and even endorsed the establishment of a regional human rights body within the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) mechanism.




