• English
  • Bahasa Indonesia
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Sambutan Ketua
    • Visi Misi
    • Struktur Organisasi
    • Fasilitas
    • Institute of International Studies
    • Dosen
    • Staf
  • Akademik
    • Sarjana
      • Kurikulum Reguler
      • Kurikulum Internasional
      • Daftar Mata Kuliah
      • Program Eksposur Internasional
      • Katalog Skripsi
    • Fast-Track
    • Magister
      • Tentang Prodi
      • Kurikulum
      • Eksposur Internasional
      • Katalog Tesis
    • Panduan Akademik
  • Admisi
    • Sarjana
      • Sarjana (Reguler)
      • Sarjana (Internasional)
    • Admisi Fast-Track
    • Magister
      • Penerimaan Mahasiswa Baru
      • Matrikulasi
      • Peluang Beasiswa
  • Kegiatan
    • Berita
    • Pengumuman
    • PCWP Conference v15
  • Publikasi
    • Podcast Hubungan Internasional
    • Student Working Papers
    • Sitasi HI
    • Global South Review
    • Publikasi Dosen
    • Publikasi Mahasiswa
  • Home
  • Mata Kuliah

Politik Luar Negeri Republik Indonesia

  • Mata Kuliah, Mata Kuliah Wajib
  • 9 Juli 2025, 08.13
  • Oleh : hi

Deskripsi Mata Kuliah

Mata Kuliah Politik Luar Negeri Republik Indonesia merupakan Mata Kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada. Penentuan Mata Kuliah ini sebagai Mata Kuliah Wajib didasarkan pada sejarah berdirinya jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada yang dahulu bernama Akademi Ilmu Politik. Sekolah ini sengaja didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga diplomat yang akan ditempatkan di luar negeri pasca Indonesia merdeka, tepatnya setelah kedaulatan diserahkan kepada Republik di tahun 1949.

Dalam perkembangannya sudah banyak Universitas yang mendirikan jurusan/departemen ilmu Hubungan Internasional sehingga kebutuhan akan tenaga diplomat dapat dipenuhi dari universitas lain. Meskipun demikian, Mata Kuliah Politik Luar Negeri Indonesia masih sangat relevan untuk dijadikan Mata Kuliah Wajib mengingat Ilmu Hubungan Internasional merupakan ilmu yang mempelajari Hubungan antar negara. Menurut Keputusan UNESCO pada tahun 1947, Ruang Lingkup Ilmu Hubungan Internasional adalah: Pertama, Politik Internasional yang terdiri dari dua komponen pokok yaitu Politik Luar Negeri dan Diplomasi; Kedua, Hukum Internasional; dan Ketiga, Organisasi dan Administrasi Internasional.

Dari Ruang Lingkup di atas terlihat bahwa Politik Luar Negeri merupakan Bahasan pokok dalam Ilmu Hubungan Internasional. Sedangkan Politik Luar Negeri Indonesia merupakan bahasan penting bagi mahasiswa ilmu hubungan internasional di Indonesia. Mata kuliah ini akan mempelajari politik luar negeri Indonesia sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi dengan cara periodisasi untuk mengambil generalisasi pola tantangan, peluang, dan ancaman di setiap periode kepemimpinan. Di samping itu, mata kuliah ini juga akan mendalami secara khusus masalah yang dihadapi oleh setiap Presiden dalam masalah perbatasan, hutang luar negeri/ investasi, globalisasi (liberalisasi perdagangan, lingkungan hidup, HAM (Hak Asasi Manusia)

Model pembelajaran Mata Kuliah ini sebagian besar menekankan ruang lingkup analisa: “Hal-hal yang mempengaruhi politik luar negeri; dan Implementasi Politik Luar Negeri. Mengingat Indonesia termasuk negara yang sedang berkembang, maka akan digunakan beberapa pendekatan untuk menganalisis suatu permasalahan di setiap periode. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah: Pendekatan Great Power Approach yaitu pendekatan yang melihat politik luar negeri negara sedang berkembang sebagai reaksi persaingan Super Power; Pendekatan Psychological Approach yaitu pendekatan yang menekankan pada kondisi psikologis seorang presiden atau kepala negara/pemerintahan; serta Pendekatan Reductionist Approach yaitu pendekatan yang melihat politik luar negeri negara sedang berkembang selalu mengikuti negara maju.

Ada kecenderungan bahwa pembuat kebijakan di negara sedang berkembang selalu menghadapi dilemma dalam memformulasikan kebijakan, yaitu: Dilemma antara Aid and Independence (Bantuan Asing atau Kemerdekaan); Dilema antara Objectives and Resources (Tujuan dengan keterbatasan sumber daya); dan Dilema antara Security and Development (Keamanan dan Pembangunan). Dilema-dilema ini bisa membantu para pembelajar HI untuk menganalisis kesulitan seorang presiden dalam merumuskan kebijakan luar negeri.

Di antara pendekatan yang sudah dikenal, maka hal-hal yang mempengaruhi Politik Luar Negeri Indonesia akan lebih ditekankan karena lebih mudah diimplementasikan. Hal-hal utama yang mempengaruhi politik luar negeri Indonesia di antara lain yaitu: Posisi Geografis, Kekayaan Alam, Sumber Daya Alam dan Penduduk, Sistem politik, serta Kepemimpinan Presiden.

Kelas ini memiliki beberapa Metode Belajar – Mengajar, seperti metode ceramah (satu arah), Diskusi Kelas (dua arah), dan Student Centered Learning (yakni metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa khususnya pada aspek kolaborasi, kooperasi, pemecahan masalah (problem solving). Pasca pandemic Covid 19 , sejak tahun 2022 Mata Kuliah Politik Luar Negeri dan Diplomasi Indonesia disampaikan secara tatap muka di depan kelas. Komunikasi dengan mahasiswa dapat menggunakan Zoom, Goggle Classroom atau Google Meet .


Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

  1. Menjelaskan dua alat politik luar negeri, yaitu Perang dan Diplomasi serta bagaimana mengimplementasikan diplomasi untuk mencapai tujuan politik luar negeri dengan menghindari perang. (1) Implementasi penggunaan diplomasi untuk mencapai tujuan politik luar negeri, (2) Teori-teori keberhasilan dan kegagalan diplomasi dalam pelaksanaan politik luar negeri, (3) Teori-teori politik luar negeri bagi negara sedang berkembang
  2. Mempertahankan argumen di forum akademik dalam mengevaluasi praktik diplomasi Indonesia dalam upaya menyesuaikan dengan lingkungan internasional dan isu-isu hubungan internasional kontemporer.
  3. Mahasiswa dapat membangun ide kepemimpinan Indonesia dalam interaksi- interaksi internasional dan multikultural.
  4. Mahasiswa dapat membuat pola tantangan, peluang, dan ancaman politik luar negeri Indonesia
  5. Mahasiswa dapat menganalisis peranan Indonesia di forum internasional sejak kemerdekaan hingga saat ini (2023).
  6. Mahasiswa dapat mengevaluasi solusi atau kebijakan pemerintah dalam masalah perbatasan, hutang luar negeri/ investasi, globalisasi ( liberalisasi perdagangan, lingkungan hidup, HAM (Hak Asasi Manusia)

Silabus

Baca silabus selengkapnya di sini.

Tags: 4 SKS SPHI212112

Related Posts

State Formation di Asia Selatan

Mata KuliahMata Kuliah Kawasan Jumat, 1 Agustus 2025

Mata kuliah ini membahas mengenai asal usul terbentuknya negara negara di Asia Selatan. Pertanyaan- pertanyaan kunci yang akan dijawab ada tiga: [1] bagaimana dan mengapa negara terbentuk, dan melalui proses-proses apa saja pembentukan negara terjadi? [2] Apakah ada perbedaan dalam hal trajectory pembentukan negara di Asia Selatan dan tempat-tempat lainnya, khususnya Eropa, dan di dalam Asia Selatan sendiri? [3] Apa saja dampaknya terhadap politik dan masyarakat Asia Selatan kontemporer?

Gerakan Sosial Global

Mata KuliahMata Kuliah Topikal Jumat, 1 Agustus 2025

Kuliah ini didesain untuk memahami dan mengkaji dinamika kontemporer gerakan sosial global, khususnya terkait globalisasi neoliberal dan dampak-dampak pandemi.

Politik di Eropa

Mata KuliahMata Kuliah Kawasan Kamis, 31 Juli 2025

Eropa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan sejarah umat manusia. Tetapi, tidak seperti yang dibayangkan banyak orang, Eropa bukanlah sebuah konsep tunggal dan statis yang mewakili sebuah wilayah geografi ataupun juga sebuah ‘peradaban’. Eropa dan ke-Eropa-an adalah sebuah konsep yang sangat dinamis dan selalu berubah yang tercermin dalam berbagai proses yang sarat dengan kontradiksi yang muncul melalui kesatuan maupun perpecahan, konflik maupun kerjasama, kemapanan dan transformasi serta inklusi dan eksklusi. Kuliah ini dirancang untuk membahas politik di Eropa sebagai proses yang tidak pernah berhenti dalam mendefinisikan dan mendefinisikan ulang Eropa.

Politik di Amerika Latin

Mata KuliahMata Kuliah Kawasan Kamis, 31 Juli 2025

Apa ciri-ciri pokok politik Amerika Latin? Bagaimana perkembangannya sejak kemerdekaan di awal 1800-an? Faktor-faktor material dan kultural apa yang berpengaruh terhadap perkembangan politik di wilayah itu?

SEARCH HERE

BERITA TERBARU

  • Sambut Kunjungan Mahasiswa Universitas Mulawarman, DIHI UGM Hadirkan Diskusi Keamanan Maritim di Asia Tenggara
    30 Maret 2026
  • Undangan tes Esai dan Wawancara – Gelombang pertama IUP HI 2026
    6 Maret 2026
  • Perkuat Diplomasi Indonesia, DIHI UGM Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Diplomat Muda
    15 Januari 2026
  • DIHI UGM Gelar Nonton Bareng PPTM 2026 dan Bincang Politik Luar Negeri
    14 Januari 2026
  • Pengurus DIHI Periode 2026–2031 Resmi Dilantik
    8 Januari 2026
Universitas Gadjah Mada

Jl. Sosio-Justisia No. 1, Bulaksumur
Yogyakarta 55281, Indonesia

hi@ugm.ac.id

+62-274-563362 ext. 210 (Sekretariat), 145 (IUP), 361 (Humas), 115 (IIS)

Hotline IUP: +62-813-28872042 (WhatsApp)

Hotline S-2: +62-823-2632-0009 (WhatsApp)

Situs Penting

  • Universitas Gadjah Mada
  • Ujian Masuk UGM
  • FISIPOL UGM
  • Office of International Affairs UGM
  • Beasiswa UGM
  • Perpustakaan UGM

Ikuti Kami

Ikuti kami di sosial media berikut untuk mendapatkan informasi terbaru.

  • Instagram
  • Youtube
  • Twitter
  • Facebook
  • Linkedin

© Copyright © 2023 - Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM

hi@ugm.ac.idHotline IUP: +62 813 2887 2042 (WhatsApp)Hotline S-2: +62 623 2632 0009 (WhatsApp)Lantai 5, Gedung BB FISIPOL, Jl. Sosio Yustisia No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia