Sepanjang sejarah, hubungan internasional senantiasa membahas mengenai tiga kondisi yaitu; (1) Harmoni; (2) Konflik; dan (3) Kerja sama. Mata kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang sifat-sifat dasar dari kerja sama-kerja sama internasional dan mekanisme empiris/kerangka kerja yang membetuk kerja sama internasional. Kerja sama internasional sendiri membutuhkan fasilitasi untuk meraih taraf kesesuaian kepentingan diantara negara-negara.
Arsip:
Mata Kuliah Topikal
Sebagian besar kerja sama ekonomi melalui investasi dan Perusahaan Multinasional (PMN) yang terjalin antara negara maju dan negara berkembang berlangsung dalam kondisi asimetris. Investasi asing telah menciptakan “ketergantungan” negara-negara berkembang kepada negara-negara maju yang merupakan asal PMN tersebut. Tidak hanya menyangkut aspek-aspek ekonomi seperti modal, keahlian, teknologi, atau penguasaan pasar, ketergantungan juga meliputi aspek politik yang menyangkut hubungan internasional, diplomasi, dan politik luar negeri. Dari perspektif ekonomi politik, sebagian motivasi investasi melalui PMN telah menjadi instrumen dari satu negara untuk mencapai kepentingan politik tertentu di negara lain.
Dalam kurun waktu tiga dasawarsa terakhir isu Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi salah satu isu yang sangat penting dan mendapatkan perhatian sangat luas masyarakat internasional, baik di tataran akademik maupun di tataran praktik. Di tataran akademik, HAM telah menjadi bahan kajian yang intensif di beberapa universitas dan lembaga-lembaga penelitian di banyak negara di dunia. Hal ini menunjukkan arti penting HAM dalam khasanah keilmuan dan sekaligus mengindikasikan kecenderungan semakin berkembangnya HAM menjadi disiplin tersendiri.




