Berita Terbaru

Indo Pacific IIS UGM

Indo-Pasifik Sentral bagi Politik Luar Negeri India Kontemporer

Jumat (24/5), Institute of International Studies menyelenggarakan forum CANGKIR TEH (Berbincang dan Berpikir tentang Hubungan Internasional) untuk ke-2 kalinya. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat ialah “Konseptualisasi Indo-Pasifik: Visi India Melampaui Batasan Geografis” dengan menghadirkan Habibah Hermanadi, S.I.P., peneliti Institute of International Studies yang sedang melaksanakan studi master di University of Delhi, India. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang BA-504 FISIPOL UGM dan secara garis besar mencoba membahas mengapa India mengkonstruksikan kerangka Indo-Pasifik dan bagaimana India menggunakan konsep tersebut dalam konteks kebijakan luar negerinya.

Beyond the Great Wall #3: Memperdalam Wawasan Mengenai Produk Kebijakan Cina

Seiring menguatnya peran Cina dalam konstelasi politik global, perdebatan atas produk-produk kebijakan yang dihasilkan negara tersebut selalu menarik untuk didiskusikan. Beberapa diantara kebijakan Cina yang cukup menyorot atensi internasional yakni One Child Policy, serta mega proyek terbaru yakni Belt and Road Initiatives (BRI).

Beyond the Great Wall #2: Membahas State-Building dan Miskonsepsi Mengenai Cina

Pada Jumat (26/4) forum akademik “Beyond the Great Wall” (BTGW) kembali hadir dengan tema diskusi State-Building di Cina. Edisi kedua dari forum akademik yang diselenggarakan Institute of International Studies (IIS) ini mendatangkan dua pembicara, yakni Randy Wirasta Nandyatama, M.Sc. selaku dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (DIHI UGM); dan Nuruddin Al Akbar, M.A., mahasiswa doktoral Ilmu Politik UGM. Kegiatan ini diadakan di Ruang Dekanat FISIPOL UGM dan dihadiri oleh peserta dari UGM maupun institusi lain di Yogyakarta.

Ani Soetjipto IIS UGM

Aktor Non-Negara dalam Aktivisme Transnasional

Dalam kajian Hubungan Internasional (HI) tradisional, negara memegang peran sentral dalam mempengaruhi dinamika politik internasional. Namun dewasa kini, peran aktor non-negara seperti perusahaan multinasional, non-government organization (NGO) dan organisasi masyarakat sipil, hingga individu mulai menunjukkan signifikansi. Khususnya dapat dilihat dari makin intensifnya aktivitas aktor-aktor non negara melewati batas hukum kedaulatan negara. Interaksi antar aktor non-negara tersebut kemudian dikenal sebagai hubungan transnasional. Pertanyaannya kemudian, apa sebenarnya transnasionalisme itu? Apa dan bagaimana peran aktor-aktor non-negara dewasa kini dalam mempengaruhi konstelasi politik global?


Agenda

  • Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat kepada Anggita Veronica Marthin (S-1 HI UGM 2017) yang menjadi Delegate of Indonesia dan Delegation of Indonesia's Program Presenter for JENESYS Exchange Prgoram in Tokyo, Japan dalam kegiatan JENESYS2018 Inbound Program 25th Batch! 🎉

#HI #HIUGM #DekatBersahabat #sHIning
  • Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM mengucapkan selamat Idul Fitri 1440 H 🙏

#HI #HIUGM #DekatBersahabat #IdulFitri #Eid #EidMubarak

VISITING LECTURERS

Hankuk University
Osaka University
Malmo University
Macquarie University