Pengalaman Mengikuti Matrikulasi Tahun 2026

Perkenalkan, nama kami Adama Hoppy Natalusfi dan Fadillah Putri Azzahra, mahasiswa Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (MIHI UGM) angkatan 2026. Tulisan ini kami susun dalam rangka berbagi pengalaman setelah mengikuti program matrikulasi yang diselenggarakan oleh MIHI UGM. Program ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai disiplin ilmu HI sebelum sepenuhnya melebur ke dalam materi perkuliahan yang menuntut pemikiran analitis dan kritis. Pada tahun ini, program matrikulasi diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Sastra Inggris, Ilmu Pemerintahan, Bisnis Internasional, Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Sejarah. Di antara peserta juga ada lulusan HI yang lulus lebih dari lima tahun lalu.

Kegiatan matrikulasi berlangsung selama tiga hari (4, 6, dan 7 Agustus 2026) dengan lima topik yang memperkenalkan dasar-dasar keilmuan HI yang dipelajari di MIHI UGM. Kelima topik tersebut adalah (1) Pengantar Ilmu Hubungan Internasional; (2) Pengantar Ekonomi Politik Internasional; (3) Pengantar Studi Keamanan Internasional; (4) Pengantar Studi Perdamaian; dan (5) Kaidah-kaidah Penulisan Akademik. Tiap-tiap sesi yang kami ikuti memberikan pengalaman yang berbeda dan menarik. Dalam setiap sesi, kami tidak hanya diajak untuk memahami konsep dan menjelaskan sebuah fenomena secara deskriptif, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan belajar untuk melihat sebuah isu melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. Beberapa sesi diskusi bahkan berhasil membuat kami mempertanyakan kembali hal-hal yang sebelumnya kami anggap telah kami pahami sepenuhnya.

Sebagai mahasiswa dengan latar belakang S-1 HI dari kampus selain UGM, pada awalnya kami menganggap kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengingat kembali dasar-dasar Ilmu HI sebelum memulai proses pembelajaran di tingkat magister. Namun, setelah menjalani prosesnya, kami menyadari bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang yang tepat bagi kami untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan akademik yang baru. Di samping itu, program ini menjadi sebuah studi komparasi yang menarik. Di sini, kami menemukan berbagai perspektif dari para cendekiawan yang belum pernah kami kenal sebelumnya, sekaligus kembali dihadapkan pada gagasan para pemikir klasik seperti Morgenthau.

Tentunya terdapat tantangan tersendiri bagi kami dalam menjalani program ini, terutama untuk kembali membiasakan diri dengan dunia akademik. Selepas kuliah di tingkat sarjana, kami menghabiskan beberapa tahun untuk fokus di dunia profesional sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh studi pascasarjana. Setelah sedikit banyak terlibat dengan beragam persoalan yang bersifat praktis, kami kembali membiasakan diri dengan bahasa akademik dan kajian-kajian yang lebih teoretis. Dalam beberapa kesempatan, kami merasa perlu mengaktifkan kembali “pola pikir mahasiswa”. Namun, pendekatan yang diberikan dosen pada perkuliahan terasa kreatif sehingga memantik kami untuk ikut menyelami berbagai studi kasus yang sesuai dengan berbagai fenomena sehari-hari. Dengan demikian, fenomena studi HI terasa lebih dekat.

Pada akhirnya, matrikulasi bagi kami merupakan proses untuk kembali membiasakan diri dengan dunia akademik, menemukan ritme belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa HI yang lebih kritis dan analitis secara khusus di jenjang magister.

**

Penulis: Adama Hoppy Natalusfi dan Fadillah Putri Azzahra
Penyunting: Nurhawira Gigih Pramono
Desain: Galih Fatria Akbar

Berita lainnya

Acara

Pengumuman