Geopolitik Asia dan Tantangan Diplomasi Struktural Indonesia


Lanskap geopolitik Asia semakin didominasi oleh persaingan antara AS dan Cina. Persaingan strategis antara kedua kekuatan besar telah menempatkan negara-negara Asia pada posisi yang sulit sebagai konsekuensi dari opsi zero-sum, baik mereka harus jatuh ke orbit Cina atau AS. Diplomasi struktural merupakan alternatif dimana negara negara Asia dapat menghindari posisi dilematis ini. Sebagai kekuatan menengah, Indonesia berada dalam posisi untuk melakukan diplomasi struktural. Indonesia memiliki pengalaman di masa lalu dalam membentuk perilaku negara di wilayah tersebut. Baru-baru ini, Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik mencerminkan kapasitas Indonesia untuk melakukan diplomasi struktural.

Selengkapnya: Jurnal Majelis Edisi 6, Arah-Kebijakan-Politik-Luar-Negeri

Recarbonization Through Decarbonization: Nickel Extraction and the Deepening of Fossil Fuel Dependence in Indonesia

How Civil Resistance Improves Inclusive Democracy

China’s Global Security Initiative: Its Objective and Implications to Southeast Asia

The politics of accountability in global sustainable commodity governance: Dilemmas of institutional competition and convergence

Kerja Sama Pembangunan Internasional: Strategi TIKA dan TICA sebagai emerging donors

Mundane circular economy policy: Mainstreaming CE education through the agency of schools

Rethinking domestic politics of Indonesian SSTC in Africa and paradox of MRLs education training

Human Rights in ASEAN

Middle power legitimation strategies: the case of Indonesia and the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific