Pada Selasa (31/3), Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada bersama The Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk JICA Chair Public Lecture: A Japanese Approach to International Cooperation yang diselenggarakan di Auditorium Mandiri Lt. 4, Fisipol UGM.
Acara ini diisi oleh Prof. Kato Hiroshi dari International University of Japan dan dipandu oleh Drs. Siti Daulah Khoriati sebagai moderator. Kuliah umum ini merupakan bagian dari mata kuliah Japanese Political Economy and International Relations pada International Undergraduate Program in International Relations (IUP in IR) dan mata kuliah Ekonomi Politik dan Hubungan Internasional Jepang pada program studi Sarjana Ilmu Hubungan Internasional reguler.
Prof. Hiroshi Kato memaparkan bahwa official development assistance (ODA) menjadi instrumen utama kebijakan luar negeri Jepang pasca-Perang Dunia II. Pada periode tersebut, Jepang mengalihkan fokusnya dari pembangunan militer ke pembangunan ekonomi melalui ODA untuk membangun kembali ekonominya, sekaligus memperbaiki hubungan dengan negara-negara Asia dan diterima kembali dalam komunitas global. Instrumen ODA meliputi pinjaman lunak untuk infrastruktur, hibah untuk proyek sosial, serta kerja sama teknis melalui pelatihan, relawan, dan bantuan darurat.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan tentang arah kebijakan luar negeri Jepang, khususnya melalui JICA, terhadap Indonesia mengingat kini Indonesia dan Jepang sudah tidak lagi menjadi partner dagang utama antara satu sama lain. Prof. Kato menyampaikan bahwa Jepang tetap melihat Indonesia sebagai salah satu mitra penting. Di bawah JICA, fokus terhadap Indonesia bukan lagi sebagai negara yang butuh bantuan dalam arti tradisional, melainkan mitra kerja sama pembangunan. Oleh karena itu, fokus bantuan JICA di Indonesia kini mengarah pada sektor-sektor seperti pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia, dan program keberlanjutan.
Penulis : Shavira Melanie Putri
Penyunting : Nurhawira Gigih Pramono
Foto : Galih Fatria Akbar