Mata kuliah ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan ideologi yang membentuk politik internasional dengan pendekatan Ilmu Hubungan Internasional utama. Disamping itu juga akan digunakan teori-teori politik untuk menjelaskan fenomena politik internasional seperti teori nation ( bangsa ) yang kemudian berkembang menjadi nasionalisme, teori negara dan unsur -unsurnya seperti wilayah, penduduk dan pemerintahan , serta fenomena baru tentang globalisasi termasuk pandemi global Covid 19 yang merupakan fenomena mutakhir Abad 21. Pada dasarnya politik internasional itu selalu diwarnai dengan kompetisi, konflik dan perang di satu sisi , dan kerjasama serta upaya untuk berdamai. Untuk mencegah konflik dan perang upaya yang dilakukan yaitu dengan Diplomasi dan Penerapan Hukum Internasional.
Arsip:
Mata Kuliah
Teori-teori hubungan internasional membentuk disiplin hubungan internasional. Produksi pengetahuan didominasi terutama oleh perdebatan dan ketidaksepahaman teoretis dibandingkan dengan studi empiris terhadap fenomena, baik peristiwa maupun isu. Teori-teori yang berbeda sangat menentukan bagaimana para ilmuwan hubungan internasional menjelaskan atau memahami dunia hubungan internasional. Teori, atau lebih tepatnya, teori-teori hubungan internasional, merupakan elemen kunci dalam studi hubungan internasional ataupun untuk menjadikan hubungan internasional masuk akal. Oleh karenanya, kompetensi dalam teori-teori hubungan internasional tidak bisa diabaikan oleh mahasiswa ilmu hubungan internasional.
Selain instrumen resolusi konflik penting di tingkat internasional, negosiasi adalah kegiatan sehari-hari yang sayang sekali jika dilakukan tanpa kesadaran penuh dan keterampilan tinggi. Kelas Negosiasi dan Resolusi Konflik 2025 berorientasi menjadikan mahasiswa perunding yang berprinsip (principled negotiator).




