Pasca Perang Dunia Kedua, terminologi pembangunan muncul dan berkembang pesat dalam hubungan internasional. Dipahami secara tradisional sebagai respon terhadap kemiskinan, pembangunan diinstitusionalisasikan dengan berbagai cara dan diaplikasikan dalam konteks yang berbeda beda. Kemajuan, pertumbuhan dan kesejahteraan menjadi beberapa asumsi yang diperkenalkan oleh para pendukungnya. Konsepsi pembangunan melibatkan pergulatan atas otonomi negara bangsa dalam meregulasi ranah politik domestik ketika ada banyak elemen kekuasaan beroperasi melintasi batas-batas kedaulatan. Kuliah ini dirancang untuk mendorong debat kritis mengenai bagaimana ide dan praktek pembangunan dibangun dalam ruang kontestasi kuasa. Peserta kelas diajak untuk memahami apa isu-isu pembangunan yang menjadi perhatian khalayak pembelajar hubungan internasional, kerangka teoritik dan konsep yang selama ini digunakan untuk memahami bagaimana kekuasaan dan kemakmuran saling berjalinan dalam tatanan pembangunan global.
Arsip:
Mata Kuliah
Berbeda dengan mata kuliah pariwisata yang dipelajari di dalam konteks terapan, mata kuliah melihat aspek ekonomi politik dari industri pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa topik yang dibahas di bawah tema ekonomi politik antara lain pembangunan berkelanjutan (kebijakan yang mendukung terjaganya lingkungan pariwisata dan juga mendorong pemberdayaan masyarakat), dampak pandemi pada pariwisata, dan posisi pariwisata negara-negara di dalam konteks Global South.
Sebagai sebuah bidang studi yang berkembang pesat sejak tahun 1970-an, Ekonomi Politik Internasional (EPI) merupakan “jembatan” bagi dua bidang studi utama lainnya dalam studi hubungan internasional, yaitu politik internasional dan ekonomi internasional. EPI berkembang ketika masalah ekonomi internasional yang semula dibicarakan sebagai isu pinggiran mulai mendominasi perdebatan dalam politik internasional. Yaitu ketika persoalan atau isu yang semula dianggap ‘teknis’, seperti perdagangan internasional atau investasi internasional, ternyata melibatkan hubungan kekuasaan politik antar negara atau antar-aktor yang terlibat di dalamnya.




