KURIKULUM

Kurikulum

Sejak Agustus 2016, Prodi S-1 HI UGM melakukan transisi dari Kurikulum 2000 (program reguler) dan Kurikulum 2011 (program internasional) ke Kurikulum 2015. Artinya, mulai Agustus 2018, seluruh mahasiswa Prodi S-1 HI UGM menggunakan kurikulum tunggal.

Transisi dari Kurikulum 2000/2011 ke Kurikulum 2015 ini mencerminkan perubahan prioritas dari membekali lulusan Prodi S-1 HI UGM kepakaran yang luas ke kepakaran yang dalam mengenai salah satu sub-bidang Ilmu Hubungan Internasional — Politik dan Keamanan Global, Studi Perdamaian dan Konflik, atau Ekonomi Politik dan Pembangunan Internasional.

Program Internasional

Program internasional yang ditawarkan Prodi S-1 HI UGM memiliki tiga perbedaan dari program reguler. Pertama, mahasiswa program internasional wajib mengambil kredit di salah satu universitas mitra Prodi S-1 HI UGM di luar negeri. Informasi lebih rinci mengenai International Exposure Program ini tersedia di booklet terpisah. Kedua, perkuliahan, tugas, dan ujian diselenggarakan dalam bahasa Inggris. Ketiga, UGM menetapkan proses admisi dan kategori Uang Kuliah Tunggal yang berbeda untuk program internasional.

Filosofi Pendidikan

Kurikulum 2015 mempertahankan filosofi pendidikan yang dipegang Prodi S-1 HI UGM sejak berlakunya Kurikulum 2000, yang berpusat pada mahasiswa. Tiga prinsipnya meliputi:

1. Self-tailored

Mahasiswa diberi kesempatan cukup luas dalam merancang agenda akademik mereka sendiri. Muatan kurikulum disusun guna mengoptimalkan kesempatan mahasiswa dalam menentukan pilihan-pilihan akademik yang tersedia.

2. Facilitation 

Kurikulum dan muatan kurikuler di dalamnya dirancang guna memfasilitasi kegiatan akademik mahasiswa. Dalam konteks ini, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai kegiatan non- akademik di luar kelas sangat dianjurkan sebagai penunjang.

3. Regulated 

Sivitas akademika Prodi S1 IHI UGM terikat oleh aturan-aturan dasar dalam kurikulum yang berlaku dan Panduan Akademik Program S1 yang diterbitkan Fakultas.