KURIKULUM

Kurikulum

PEDOMAN DASAR

Kurikulum Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM memuat substansi dan aturan yang membantu mahasiswa merancang studi mereka sendiri. Terdapat tiga kerangka acuan yang melandasi perbaikan dan pengayaan muatan kurikulum Prodi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM:

  • Bahwa yang diperlukan para mahasiswa dan lulusan Prodi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM adalah kemampuan untuk menganalisis, kemampuan untuk mengembangkan kreativitas, dan kemampuan untuk mengkomunikasikan kedua hal tersebut;
  • Bahwa orientasi keilmuan Prodi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM adalah sains dan arts;
  • Bahwa kecenderungan hubungan internasional dan transnasionalisme mutakhir perlu segera ditanggapi dengan perubahan mendasar dalam muatan kurikulum.

Perbaikan dan pengayaan muatan kurikulum Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM juga didasari oleh tiga falsafah berikut ini:

  • FASILITAS: Kurikulum dan muatan kurikuler di dalamnya dirancang untuk memfasilitasi kegiatan akademik mahasiswa. Dalam konteks ini, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai kegiatan non-akademik di luar kelas sangat dianjurkan sebagai penunjang.
  • SELF-TAILORED: Mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM diberi kesempatan untuk merancang sendiri agenda akademik mereka.
  • ATURAN: Sivitas akademika Pogram Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM terikat oleh aturan-aturan dasar dalam kurikulum ini dan Panduan Akademik Fakultas.
ATURAN KURIKULUM
  • Setiap mahasiswa WAJIB mengambil mata kuliah Inti Jurusan sebanyak 12 SKS (Satuan Kredit Semester).
  • Pada setiap Minat Topik (kecuali untuk Minat Topik Isu-Isu Mutakhir) terdapat satu mata kuliah yang menjadi primus interpares di topik masing-masing dan disebut sebagai mata kuliah Inti Minat Topik (IMT). Setiap mahasiswa WAJIB mengambil semua mata kuliah IMT yang seluruhnya berbobot 15 SKS. Khusus untuk minat topik Isu-Isu Mutakhir, mahasiswa menentukan sendiri mata kuliah IMT-nya.
  • Setiap mahasiswa diminta menentukan Minat Topik pilihan dan wajib mengambil minimal 12 SKS dari Minat Topik pilihannya; ini disebut sebagai Syarat Minimum Minat Topik. Jumlah 12 SKS ini tidak termasuk 3 SKS mata kuliah IMT.
  • Untuk Minat Kawasan, setiap mahasiswa wajib mengambil 6 SKS mata kuliah Inti Minat Kawasan (IMK), plus 6 SKS dari satu kawasan tertentu yang merupakan pilihan minat mahasiswa yang bersangkutan. Jumlah 6 SKS yang kedua ini adalah Syarat Minimum Minat Kawasan.
  • Setiap mahasiswa dibebaskan untuk memilih mata kuliah pilihan dengan mempertimbangkan Minat Topik dan Minat Kawasan pilihannya. Diperlukan sebanyak 63 SKS untuk mata kuliah pilihan, dengan mata kuliah yang diambil dari Jurusan/Program Studi atau Fakultas lain yang relevan maksimal 15 SKS.
  • Rekapitulasi dan komposisi mata kuliah dan skripsi di tingkat Program Studi adalah sebagai berikut:
    12 SKS Inti Jurusan
    15 SKS Inti Minat Topik
    12 SKS Syarat Minimum Minat Topik
    6   SKS Inti Minat Kawasan
    6   SKS Syarat Minimum Minat Kawasan
    63 SKS Pilihan
    6   SKS Skripsi
  • Jumlah SKS yang harus ditempuh setiap mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM untuk mencapai gelar kesarjanaan adalah 144 SKS (untuk memenuhi aturan dalam Kurikulum Nasional yang berlaku) dengan komposisi:

12 SKS untuk mata kuliah Universitas (Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia/Penulisan Akademik, masing-masing 2 SKS; Kegadjahmadaan 1 SKS; Kuliah Kerja Nyata/KKN 3 SKS);
12 SKS untuk mata kuliah Fakultas (Ilmu Sosial Dasar, Pengantar Ilmu Politik, Sejarah Sosial Politik Indonesia, dan Sistem Sosial Politik Indonesia); dan
120 SKS untuk mata kuliah Jurusan/Program Studi.

SKRIPSI

Di akhir masa studinya, mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Hubungan Internasional UGM diharuskan untuk menyusun sebuah naskah skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Aturan/prosedur penyusunan dan format skripsi yang berbobot 6 SKS ini dirancang untuk membantu mahasiswa melakukan kegiatan penelitian mereka dan kemudian menuliskan ide, argumen serta hasil-hasil penelitian secara lebih sederhana dan sistematis. Aturan/prosedur penulisan skripsi sebagai berikut:

1. PENGAJUAN JUDUL/TOPIK

  • Judul/Topik bisa diajukan setelah mahasiswa menempuh 94 SKS atau lebih.
  • Pilihan judul/topik harus mengacu pada pilihan Minat Topik dan atau Minat Kawasan.
  • Judul/topik diajukan kepada Sekretaris Program Studi dengan dilengkapi sejumlah syarat.

2. SEMINAR PROPOSAL

Proposal skripsi yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing diseminarkan dalam sebuah forum yang terdiri dari mahasiswa yang bersangkutan, Dosen Pembimbing, dan dua orang calon penguji skripsi yang ditentukan oleh Sekretaris Program Studi.

  • Pendaftaran seminar proposal untuk bulan tertentu dibuka sampai dengan tanggal terakhir bulan sebelumnya.
  • Penentuan dan pengumuman seminar proposal antara tanggal 1 s.d. 7 setiap bulannya.
  • Seminar proposal dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 20 setiap bulannya.
  • Seminar proposal bersifat terbuka, artinya bisa dihadiri oleh siapa pun yang tertarik untuk mengikutinya (apabila tempat memungkinkan).

3. UJIAN SKRIPSI

  • Naskah skripsi yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing bisa diuji sekurang-kurangnya satu bulan setelah seminar proposal.
  • Naskah skripsi diuji oleh Dosen Pembimbing (selaku Ketua Tim Penguji) dan dua orang dosen penguji yang ditentukan oleh Sekretaris Program Studi.
  • Pendaftaran ujian skripsi untuk bulan tertentu dibuka sampai dengan tanggal terakhir bulan sebelumnya.
  • Penentuan dan pengumuman jadwal ujian skripsi antara tanggal 1 s.d. 7 setiap bulannya.
  • Ujian skripsi diselenggarakan antara tanggal 8 s.d. 20 setiap bulannya.
  • Mahasiswa yang hendak mengajukan naskah skripsinya untuk diuji harus memenuhi sejumlah syarat, terutama Surat Keterangan Lulus Teori yang menyatakan bahwa mahasiswa bersangkutan telah menempuh sekurang-kurangnya 138 SKS, termasuk KKN.
Prosedur lebih terinci soal pendaftaran seminar proposal atau ujian skripsi tersedia di Administrasi Departemen.

Format yang dikehendaki dalam naskah proposal dan skripsi:

1. PROPOSAL

Naskah proposal memuat lebih kurang 1.500 sampai dengan 2.000 kata, termasuk kata-kata dalam catatan kaki. Ini berarti sekitar 6 s.d. 8 halaman, dengan jarak baris 1.5 dan ukuran huruf standar 12 poin. Naskah proposal perlu mengandung sekurang-kurangnya komponen-komponen (dan dengan aturan) berikut:
  • Signifikansi atau relevansi (latar belakang) penelitian: sekitar 250 kata.
  • Pertanyaan penelitian: satu atau dua paragraf.
  • Metodologi, yaitu uraian konseptual mengenai bagaimana pertanyaan penelitian akan dijawab: sekitar 500 kata.
  • Argumen pokok, yaitu argumen yang menuntun proses penelitian berikutnya, bisa berupa hipotesis yang perlu dibuktikan atau gagasan yang tidak memerlukan pembuktian: satu atau dua paragraf.
  • Metode penelitian, yaitu uraian mengenai bagaimana penelitian hendak dilakukan, data apa yang hendak dikumpulkan, serta bagaimana mengumpulkan dan menganalisis data: sekitar 250 kata.
  • Organisasi penulisan,  yaitu uraian ringkas mengenai bagaimana hasil-hasil penelitian hendak dituliskan dari bab ke bab dalam naskah skripsi: 250 hingga 500 kata.
  • Catatan: Proposal bukan dan tidak akan menjadi bagian “Pendahuluan” dalam naskah skripsi.

2. SKRIPSI

Naskah skripsi memuat sekitar 10.000 kata, termasuk kata-kata dalam catatan kaki. Ini berarti sekitar 40 halaman, dengan jarak baris 1.5 dan ukuran huruf standar 12 poin. Naskah skripsi perlu mengandung sekurang-kurangnya komponen-komponen (dan dengan aturan) berikut:

  • Abstraksi: sebanyak-banyaknya 500 kata.
  • Pendahuluan, yaitu uraian mengenai pokok-pokok yang hendak dibahas dalam skripsi: 2.000 s.d. 2500 kata, maksimum seperempat dari naskah skripsi.
  • Uraian hasil analisis: sekitar 6.500 kata; pembagian bab menyesuaikan hasil analisis, berdasarkan konseptualisasi yang telah disepakati dan perlu mempertimbangkan aspek proporsionalitas.
  • Kesimpulan, yaitu pernyataan kembali secara ringkas hasil penelitian dan pelajaran yang didapatkan: sekitar 1.000 kata.
  • Referensi, yang hanya memuat sumber bacaan yang dirujuk dalam tulisan.