Informasi Terbaru

Hasil Pencarian

Studi Nirkekerasan

Melawan secara nirkekerasan tidaklah cukup. Lebih dari itu, kita perlu memastikan efektivitasnya. Di sini, kita bicara mengenai bagaimana menempatkan dilemma action yang pas, mengaktivasi jiu jitsu moral dan/atau politik yang jitu, serta menggerakkan pihak lain sepanjang spectrum of allies.

Read More »

Studi Keamanan Internasional

Kelas ini memperkenalkan mahasiswa pada teori, konsep, dan masalah-masalah keamanan internasional kontemporer. Kelas ini berorientasi pada pemecahan masalah dan menekankan pada pengembangan kemampuan analitis dan kreativitas dalam menilai dan merumuskan kebijakan keamanan.

Read More »

Strategi

Hampir semua orang tahu apa yang harus dilakukan supaya kehidupan bernegara berlangsung demokratis, dunia ini bebas perang, kenaikan suhu global bisa dicegah hingga di bawah 1.5 °C, korupsi bisa dibasmi, polusi bisa dihentikan, kekerasan seksual bisa diakhiri, banjir bisa dihindari, kelas bisa berlangsung tepat waktu, dan sebagainya. Pertanyaannya, mengapa kita

Read More »
Anda sudah membaca semuanya

Pengumuman

Berita

Penyambutan Mahasiswa Baru Ilmu Hubungan Internasional TA 2025/2026

Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (DIHI UGM) menyambut kedatangan mahasiswa baru program Sarjana pada Kamis (07/08) di Gedung Seminar Timur Fisipol. Pada tahun akademik 2025/2026 ini, Program S-1 menerima 126 mahasiswa baru yang terdiri dari 89 mahasiswa Program Reguler dan 37 mahasiswa International Undergraduate Program (IUP).

Asesmen Akreditasi: MIHI UGM Membuktikan Komitmen Prodi untuk Menjaga Keunggulan Akademik

Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (MIHI UGM) menunjukkan komitmennya terhadap kualitas pendidikan dengan sukses menjalani asesmen lapangan akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Proses evaluasi yang ketat ini berlangsung di Ruang Sidang Dekanat Fisipol UGM pada hari Jumat (25/7).

Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Pembangunan Internasional di Asia Timur

Pada Kamis, 24 Juli 2025, Prof. Dr. Nur Rachmat Yuliantoro resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pembangunan Internasional di Asia Timur. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul "Isu Jebakan Hutang dalam Pembiayaan Proyek-Proyek Belt and Road Initiative (BRI) Cina di Indonesia", Prof. Rachmat mengkaji utang luar negeri Indonesia kepada Cina. Khususnya pembacaannya mengenai utang tersebut sebagai sebuah “simpul Gordian” yang mencerminkan kompleksitas antara ketergantungan ekonomi, tantangan kedaulatan wilayah, dan kepentingan politik elite domestik. 

Acara

DIHI UGM Sukses Menyelenggarakan Open Day S-2 Ilmu HI UGM: Get Ready for Graduate School

Diskusi Bulanan DIHI UGM: Politik “Diplomasi Vaksin” dan Hubungan Cina-Indonesia

DIHI UGM dan Kemenkominfo RI Sukses Selenggarakan Kelas Diplomasi Digital 2021