Mata Kuliah Hubungan Internasional Timur Tengah merupakan bagian dari studi Kawasan Timur Tengah bersama Mata Kuliah lain yaitu Geopolitik Timur Tengah. Perbedaan Mata Kuliah Hubungan Timur Tengah dengan dua Mata Kuliah lain yaitu pada pendekatan, teori, dan ruang lingkup. Pendekatan dan teori yang digunakan dalam mata kuliah ini ialah pendekatan regionalism (ekonomi), sistem pemerintahan negara (politik), dan pola hubungan (ekonomi-politik- social budaya), dan menggunakan pendekatan utama Ilmu Hubungan Internasional (Realisme, Idealisme, Ekonomis, Behavioralis, Konstrusktisme, Postmodernisme, dll.).
Arsip:
Mata Kuliah Kawasan
Sejak runtuhnya komunisme pada akhir 1990-an, banyak yang berpendapat bahwa hubungan intern asional telah mengalami perubahan mendasar. Episode sejarah ini ditandai, antara lain, dengan keunggulan Amerika Serikat sebagai (satu-satunya) negara adidaya dan pada saat yang sama menekankan keunggulan kapitalisme. Kekuatan Ameri ka bersinonim dengan hegemonisme yang diterapkan oleh pembuat kebijakan AS de mi mencapai apa yang disebut sebagai “the American empire.”
Sejak berakhirnya Perang Dunia II, Jepang muncul sebagai kekuatan ekonomi kedua terbesar dunia setelah Amerika Serikat (AS). Keberhasilan Jepang dalam melakukan pembangunan ekonomi dalam waktu yang relatif singkat dianggap sebagai suatu keajaiban (miracle). Banyak negara (khususnya negara-negara berkembang) menganggap Jepang sebagai model yang ideal bagi pembangunan ekonomi di Negara-negara yang terlambat melakukan modernisasi (late comers). Apa saja kondisi ekonomi-politik dan hubungan internasional yang telah memungkinkan Jepang mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan menjadi Negara non-Barat pertama yang berhasil melakukan industrialisasi? Bagaimana Jepang merespon kesempatan dan tantangan yang dihadapinya dalam tata ekonomi-politik dan hubungan internasional? Mengapa pada era 1990-an model Jepang mengalami kegagalan dalam merespon berbagai perubahan dalam ekonomi-politik global? Dan mengapa pada era 2000-an Jepang akhirnya tergantikan oleh China sebagai kekuatan ekonomi ke-2 dunia, dan Jepang berada pada posisi ke-3?




