10 Juni 2020 By admin hi

Pesan Bu Menlu saat Syawalan Virtual KAHIGAMA: Sebarkan Energi Positif

Pesan Bu Menlu saat Syawalan Virtual KAHIGAMA: Sebarkan Energi Positif

“Harapannya kita bisa memberikan energi positif bagi orang di sekitar kita, serta ikut berkontribusi. Kemenangan akan dapat kita peroleh jika kita semua bersatu untuk melawan COVID-19.”

Begitulah harapan yang disampaikan oleh Ibu Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat membuka kegiatan Syawalan Virtual Keluarga Alumni Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (KAHIGAMA) yang dilakukan pada hari Sabtu (6/6). Kegiatan tersebut dihadiri setidaknya 150 alumni Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KAHIGAMA, Bapak Gatot S. Dewa Broto, dan Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, yang mengucapkan selamat Idul Fitri 1441H. Meskipun kegiatan Syawalan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan secara virtual, namun kegiatan ini diharapkan tetap dapat mempersatukan alumni-alumni yang sedang berada di wilayah penugasan dan berada di zona waktu yang berbeda.

Dalam rangkaian kegiatan ini, KAHIGAMA mengadakan kegiatan penggalangan dana bertemakan KAHIGAMA Charity untuk membantu adik-adik mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat situasi pandemi. Berdasarkan data terakhir yang diinformasikan oleh panitia pada akhir kegiatan Syawalan, KAHIGAMA Charity memperoleh sumbangan sebesar Rp 45.295.223 dari alumni dan masih terus membuka kesempatan bagi alumni yang ingin menyumbangkan dana. Hasil penggalangan dana tersebut akan disalurkan oleh Departemen Ilmu Hubungan Internasional kepada mahasiswa.

Kegiatan dilanjutkan dengan pidato oleh Ibu Retno Marsudi, alumni HI UGM angkatan 1981. Dalam pidatonya, Ibu Menlu mengajak kita untuk memahami kondisi yang kita alami saat ini dengan menyajikan data-data empiris bahwa secara global, hampir setiap negara di dunia saat ini mengalami kesulitan akibat pandemi. Tidak hanya Indonesia, negara-negara maju pun mengalami krisis. Namun satu per satu negara mulai bangkit untuk mulai membuka perekonomian mereka kembali, termasuk pemerintah Indonesia yang juga telah merencanakan untuk memulai tatanan hidup baru.

Pemerintah mempersiapkan protokol tatanan hidup baru dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keamanan masyarakatnya. Dari pidato Ibu Retno Marsudi, penting untuk diingat bahwa tugas kita saat ini adalah untuk selalu disiplin dalam menjalankan aturan dari pemerintah, serta menyebarkan energi positif untuk orang sekitar kita dan bersama-sama melawan COVID-19.

Alumni yang berada di wilayah penugasan juga turut membagikan kabar situasi terkini di negara tempat mereka ditugaskan. Beberapa alumni yang berkabar dari luar Indonesia diantaranya: H.E. Kris Legowo, Duta Besar RI di Canberra, Australia; H. E. Kenssy D. Ekaningsih, Duta Besar RI untuk Republik Ceko; Leonard Hutabarat, Konsul Jenderal RI di Toronto, Kanada; Aziz Nurwahyudi, Wakil Kepala Perwakilan RI di Moskow, Rusia; Wicaksono Aji, Wakil Kepala Perwakilan RI di Wina, Austria; H.E. Antonius Agus Sriyono, Duta Besar RI di Vatikan; Gatot. H Gunawan, Direktur Sekretariat IORA, Port Louis – Mauritius; Eko Hartono, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Arab Saudi; serta Agus P. Saptono, Konsul Jenderal RI di Mumbai, India. Masing-masing alumni melaporkan kondisi terkini di negara penugasan terutama mengenai keadaan diaspora Indonesia dalam menghadapi COVID-19 di luar negeri.

Kegiatan selanjutnya adalah tausiyah yang diisi oleh Dr. KH. Abdul Wahid Maktub. Dalam tausiyah, beliau mengatakan bahwa saat ini manusia telah memasuki fase kehidupan yang luar biasa karena teknologi menyebabkan banyak disrupsi. Manusia tetap harus menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman, tapi jangan sampai melupakan Tuhan. Maka saat ini adalah momen yang tepat bagi kita untuk kembali pada kemanusiaan dan ketuhanan, karena dengan cara itulah manusia dapat selamat dunia dan akhirat.

Setelah tausiyah berakhir, Bapak Ganjar Pranowo, Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) juga turut menghadiri kegiatan ini dengan memberikan pidato singkat. Pak Ganjar mengatakan bahwa saat ini empati dan kepedulian terhadap sesama sangat penting, sehingga beliau juga mengapresiasi adanya KAHIGAMA Charity yang dapat meringankan kesulitan adik-adik mahasiswa.

Sebagai hiburan dalam kegiatan Syawalan ini, beberapa alumni menyumbangkan suara emasnya. Hiburan puncak diisi oleh Giring Ganesha yang mengajak peserta kegiatan untuk menyanyikan setidaknya dua lagu yaitu “Hapus Aku” dan “Laskar Pelangi” bersama-sama. Kemudian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lucky draw.

 


Penulis : Arlitadian Pratama
              : Melisa Rachmania
Editor : Novi Dwi Asrianti