Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (DIHI UGM) kembali menyelenggarakan Townhall Meeting sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa S-1 dan pengurus Departemen. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/10) di Ruang BA 207 Fisipol UGM ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi kegiatan akademik, serta mendiskusikan berbagai upaya pengembangan layanan dan fasilitas pendukung pembelajaran.
Dalam sambutannya, Kaprodi S-1, Dr. Randy W. Nandyatama menegaskan komitmen prodi untuk terus mendengarkan dan mengadvokasi aspirasi mahasiswa. Ia juga menyampaikan perkembangan tindak lanjut dari Townhall Meeting sebelumnya pada April 2026, termasuk evaluasi penyelenggaraan perkuliahan, penyampaian informasi akademik, serta akses terhadap fasilitas dan sumber pembelajaran. Sejumlah aspirasi telah diteruskan kepada dosen pengampu melalui rapat departemen, sementara beberapa usulan lainnya masih memerlukan koordinasi lebih lanjut di tingkat fakultas dan universitas.
Pada sesi diskusi, mahasiswa menyampaikan sejumlah masukan terkait pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Mahasiswa juga menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik antara dosen, tutor, dan peserta kelas. Menanggapi hal tersebut, pengurus prodi menekankan pentingnya komunikasi dua arah untuk memastikan setiap penyesuaian kegiatan akademik dapat dipahami oleh seluruh pihak. Selain aspek perkuliahan, mahasiswa turut mengangkat sejumlah isu terkait layanan akademik, termasuk transparansi proses rekrutmen tutor, mekanisme klarifikasi nilai, serta akses terhadap informasi program pertukaran mahasiswa internasional. Dalam konteks mobilitas internasional, mahasiswa mengusulkan penyelenggaraan forum persiapan international exposure programme yang lebih komprehensif, termasuk pelibatan mahasiswa yang telah mengikuti program pertukaran untuk berbagi pengalaman dan informasi praktis mengenai universitas mitra.

Diskusi juga mencakup dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan, fasilitas kampus, serta kesejahteraan mahasiswa. Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, DIHI UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut mencakup fasilitasi kegiatan organisasi kemahasiswaan serta pengembangan skema insentif bagi mahasiswa yang menghasilkan publikasi berupa artikel opini di media massa, dengan mempertimbangkan kriteria yang ditetapkan oleh departemen.
Lebih lanjut, Sekretaris Departemen Dr. Dedy Permadi mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam merancang kegiatan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan mereka. Dua bidang yang menjadi perhatian khusus adalah penguatan kesehatan mental mahasiswa dan persiapan memasuki dunia kerja. Dalam hal pengembangan karier, DIHI membuka ruang bagi usulan program peningkatan keterampilan melalui sertifikasi profesional, micro-credentials, serta pelatihan lintas disiplin yang dapat melengkapi kompetensi utama mahasiswa.
Melalui forum ini, DIHI UGM juga mendorong organisasi kemahasiswaan untuk mengintegrasikan kedua bidang tersebut ke dalam perencanaan program kerja kepengurusan mendatang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara DIHI dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya mendukung keberhasilan studi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kesiapan lulusan menghadapi dunia profesional.
Pada sesi penutup, pengurus Program Studi S-1 menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Berbagai masukan yang dihimpun melalui Townhall Meeting akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait sesuai kewenangannya. Melalui penyelenggaraan forum dialog secara berkala, DIHI UGM berkomitmen untuk terus mengembangkan lingkungan pembelajaran yang partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education.
***
Penulis: Dimas Al-Ma’ruf
Penyunting: Nurhawira Gigih Pramono
Desain dan foto: Galih Fatria Akbar