Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (MIHI UGM) menggelar forum dengar pendapat dan evaluasi kegiatan belajar-mengajar pada Jumat (6/12) di Ruang Seminar Timur Fisipol. Acara bertajuk “Year-End Summit” ini dihadiri oleh sekitar 31 mahasiswa angkatan 2024.
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Nur Rachmat Yuliantoro selaku Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Year-End Summit adalah agenda rutin untuk melibatkan mahasiswa—sebagai salah satu pemangku kepentingan—dalam proses evaluasi dan pengembangan Departemen secara khusus maupun fakultas dan universitas secara umum. Oleh karena itu, beliau berharap para mahasiswa yang hadir dapat menyampaikan aneka komentar, saran, dan masukan secara terbuka, baik dari sisi kurikulum, kemahasiswaan, hingga fasilitas penunjang.
Sesi kemudian diikuti dengan paparan dari Pengelola MIHI UGM. Pada sesi pertama, Dr. Muhammad Rum selaku Ketua Program Studi Magister menyampaikan hasil Survei Evaluasi Departemen Ilmu Hubungan Internasional Tahun 2024. Di samping itu, beliau juga mengumumkan beberapa ketentuan tentang pemilihan mata kuliah pilihan pada semester kedua. Pada sesi berikutnya, Dr. Titik Firawati selaku Sekretaris Program Studi Magister menjelaskan mengenai sistematika pengumpulan outline proposal tesis yang menjadi basis bagi mata kuliah wajib, Workshop Penulisan Tesis (WPT). Beliau kemudian menjelaskan prosedur pengerjaan tesis sejak penyiapan proposal di mata kuliah WPT hingga proses sidang tesis.
Dalam proses diskusi dan tanya-jawab, mahasiswa menyampaikan berbagai masukan dan pertanyaan. Pada aspek perkuliahan, umpan balik mahasiswa cukup beragam, antara lain, usulan agar rasio penugasan individu jauh lebih besar dibanding tugas kelompok, peningkatan gaya komunikasi antara tim pengajar dengan mahasiswa, dan penjadwalan sesi kelas pengganti yang tidak mendadak. Mahasiswa juga mengusulkan pengayaan program unggulan Departemen, misalnya dengan mengenalkan metodologi statistik, studi etnografi, atau penggunaan perangkat lunak seperti NVivo dan SPSS dalam kegiatan Research Toolkit Training (RT2).
**
Penulis: Nurhawira Gigih Pramono