Deskripsi Mata Kuliah
Mata Kuliah Geopolitik Timur Tengah merupakan bagian dari studi Kawasan Timur Tengah bersama mata kuliah lain, yaitu Politik dan Pemerintahan Timur Tengah, Hubungan Internasional Timur Tengah, dan Gerakan Politik Timur Tengah. Perbedaan Mata Kuliah Geopolitik Timur Tengah dengan dua mata kuliah lain, yaitu pada pendekatan, teori, dan ruang lingkup. Pendekatan dan teori yang digunakan dalam mata kuliah ini adalah pendekatan geopolitik, yaitu pendekatan yang selalu menghubungkan kebijakan atau kejadian politik dengan kondisi geografis.
Kondisi geografis ini meliputi, wilayah (daratan–di atas dan di bawah bumi–dan lautan) serta penduduk yang di atas bumi. Atas dasar latar belakang ini, ruang lingkup Geopolitik Timur Tengah akan memuat kondisi geografis Timur Tengah yang meliputi: (1) Pertama, Posisi Strategis dan perbatasan secara umum, dan individu negara; (2) Kedua, Potensi Air (tawar dan laut); (3) Ketiga, kekayaan alam yang utama yaitu minyak; (4) Keempat, penduduk yang mendiami Timur Tengah. Latar belakang geografis ini telah banyak mempengaruhi politik domestik, politik luar negeri, dan politik internasional,seperti konflik atau perang yang melibatkan banyak negara di luar Timur Tengah.
Timur Tengah merupakan kawasan yang terletak di Afrika Utara dan Asia Barat yang disatukan dengan Laut Tengah (Laut Mediterania), dan terdiri kurang lebih 22 negara. Ciri utama wilayah ini dari sudut pandang geografi, yaitu penghasil minyak terbesar di dunia mengingat 60% cadangan minyak dunia ada di kawasan ini; terletak di antara benua Afrika dengan Eropa sehingga merupakan wilayah penghubung; memiliki 7 laut penting dunia; terbatasnya sumber air tawar; tempat lahirnya 3 agama besar, yaitu Yahudi, Nasrani, dan Islam; serta mayoritas penduduknya berbangsa Arab dan beragama Islam.
Keistimewaan geografis tersebut merupakan anugerah sekaligus bencana bagi Timur Tengah. Anugerah itu disebabkan karena posisi strategisnya yang membuat banyak kapal harus melalui wilayah ini, tempat lahirnya 3 agama besar membuat wilayah ini banyak dikunjungi wisatawan religi, cadangan minyaknya membuat negara-negara menjadi sangat kaya. Mayoritas penduduknya merupakan ras Caucasian yang merupakan ras yang menghasilkan peradaban manusia. Di balik anugerah tersebut, ternyata Timur Tengah menghadapi banyak masalah, seperti perang, konflik, campur tangan asing, kesulitan integrasi nasional dan regional, dan masalah perbatasan yang tidak dapat diselesaikan.
Geopolitik merupakan ilmu yang mempelajari kebijakan politik yang mempertimbangkan unsur unsur geografis atau unsur-unsur geografis yang mempengaruhi kebijakan politik. Ilmu ini yang akan digunakan untuk menganalisis beberapa peristiwa politik di Timur Tengah.
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
- Dapat menjelaskan ilmu geopolitik, tokoh-tokoh geopolitik, dapat mengimplementasikan teori teori geopolitik dalam menganalisa fenomena politik Timur Tengah menuju perdamaian, keadilan, dan keberadaban
- Dapat menganalisa mengapa anugerah yang dimiliki Timur Tengah dapat menjadi bencana, seperti perang, konflik, campur tangan asing, kesulitan integrasi nasional dan regional, permasalahan air dan masalah perbatasan yang belum dapat diselesaikan. Kemampuan ini akan mendorong mahasiswa untuk belajar sepanjang hayat
- Mahasiswa dapat menganalisis beberapa persoalan politik Timur Tengah dengan pendekatan Geopolitik, seperti Konflik Arab-Israel, Konflik Irak dengan tetangganya, Konflik Arab Saudi dengan tetangganya, Konflik di Afrika Utara, dan Konflik Suriah dengan tetangganya. Kemampuan menganalisis konflik ini selanjutnya dapat berkembang pada kemampuan untuk menumbuhkan solidaritas, kreativitas, dan aktivisme nirkekerasan
- Mahasiswa dapat mempertahankan argumentasinya mengenai pengaruh minyak pada stabilitas politik di Timur Tengah, dan persoalan air yang dapat menyebabkan konflik terbuka antara negara-negara Timur Tengah
Silabus
Baca silabus selengkapnya di sini.