PROGRAM SARJANA

POLITIK INSTITUSIONALISASI NORMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM TATA KELOLA KOMODITAS : INDONESIA DAN ROUNDTABLE ON SUSTAINABLE PALM OIL (RSPO)

Title POLITIK INSTITUSIONALISASI NORMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM TATA KELOLA KOMODITAS : INDONESIA DAN ROUNDTABLE ON SUSTAINABLE PALM OIL (RSPO)
Author(s) Joshua Kevin Christian (18/428147/SP/28356)
Dr. Maharani Hapsari, MA
Areas of Interest Political Economy and Development
Publisher Departemen Ilmu Hubungan Internasional
Publishing Year 2022
Publishing Place Yogyakarta
Abstract/Notes Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan sebuah tata kelola komoditas kelapa sawit di tingkat global yang berlandaskan multistakeholderisme di dalam pembentukannya. Diinisaiskan oleh World Wildlife Fund (WWF) dan perusahaan multinasional Eropa, pembentukan tata kelola ini bertujuan sebagai bentuk institusionalisasi norma pembangunan berkelanjutan di dalam industri kelapa sawit global sebagai sebuah industri yang destruktif sebelum keberadaan institusi RSPO. Sebagai sebuah institusi yang berlandaskan multistakeholderisme, RSPO melibatkan seluruh anggotanya untuk terlibat di dalam pengambilan keputusan di dalam institusinya, termasuk di dalam penetapan Prinsip dan Kriteria RSPO sebagai panduan bagi anggotanya untuk mengimplementasikan norma dan nilai keberlanjutan di dalam rantai suplai industri kelapa sawit, dimulai dari industri hulu hingga industri hilir. Indonesia sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia juga turut berpartisipasi dalam RSPO melalui Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di awal pembentukannya. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, Indonesia memutuskan untuk membentuk Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) di bawah Kementerian Pertanian sebagai alternatif dari RSPO serta mendorong keluarnya GAPKI dari keanggotaan RSPO. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika di dalam pembentukan Prinsip dan Kriteria RSPO serta kegagalan implementasinya di Indonesia dengan menggunakan konsep multistakeholderisme serta institusionalisme normatif. Kata Kunci: Multistakeholderisme, Institusionalisasi Norma, Tata Kelola Komoditas, Minyak Kelapa Sawit, RSPO
File Attachment Download File
S1-2022-428147-abstract.pdf