PROGRAM SARJANA

Pelaksanaan Strategi Soft Power Diplomacy dalam Hubungan Korea Selatan dan Tiongkok

Title Pelaksanaan Strategi Soft Power Diplomacy dalam Hubungan Korea Selatan dan Tiongkok
Author(s) Dessy Natalia
Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.P.P., M.Sc.
Areas of Interest Global Politics and Security, ASPAC
Publisher Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
Publishing Year 2016
Publishing Place Yogyakarta
Abstract/Notes Dalam konstelasi politik luar negerinya, Korea Selatan memiliki beberapa kepentingan nasional, salah satunya memajukan dan mengembangkan ekonomi nasional. Untuk mengembangkan ekonominya, Korea Selatan membutuhkan dukungan besar dari negara ekonomi terkuat di Asia, yaitu Tiongkok. Hal ini yang kemudian membuat Korea Selatan memiliki strategi untuk melaksanakan diplomasi soft power oleh Joseph S. Nye, yang bertumpu pada aset kebudayaan atau budaya populer Korea Selatan yang biasa disebut dengan Korean Wave. Korean wave yang saat ini sudah menjadi salah satu budaya yang paling digemari oleh masyrakat Tiongkok. Sesuai dengan konsep diplomasi modern R.P. Barston, pelaksanaan soft power diplomacy aktor yang terlibat bukan hanya pemerintah saja, namun media massa, artis dan idola, perusahaan musik, bahkan masyarakat. Strategi diplomasi ini membawa hal yang positif bagi Korea Selatan secara langsung pada bidang ekonomi karena Korea Selatan dan Tiongkok mulai mensepakati perjanjian perdagangan bebas, agar intensitas perdagangan mereka dapat lebih maju. Keberhasilan strategi soft power ini dapat terlihat dari citra nasional Korea Selatan di mata masyarakat Tiongkok yang saat ini banyak berwisata ke Korea Selatan, kerjasama bilateral kedua negara di bidang ekonomi dan sosial-budaya semakin membaik, bahkan kepentingan-kepentingan nasional Korea Selatan juga mulai terpenuhi seiring dengan hubungan kedua negara yang semakin erat.
File Attachment Download File
Dessy-Natalia.pdf