PROGRAM SARJANA

EFEKTIVITAS REZIM INTERPOL DALAM MENANGANI KASUS ‘KEJAHATAN INTERNASIONAL’ OLEH NEGARA ANGGOTA REPRESIF TAHUN 2012-2017 MELALUI SISTEM RED NOTICE

Title EFEKTIVITAS REZIM INTERPOL DALAM MENANGANI KASUS ‘KEJAHATAN INTERNASIONAL’ OLEH NEGARA ANGGOTA REPRESIF TAHUN 2012-2017 MELALUI SISTEM RED NOTICE
Author(s) Tifani Diahnisa Hardianti 15/381155/SP/26767
Muhammad Rum, IMAS.
Areas of Interest International Politics
Publisher Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIPOL UGM
Publishing Year 2019
Publishing Place Yogyakarta
Abstract/Notes Skripsi ini bertujuan mengetahui efektivitas rezim Interpol melalui Sistem Red Notice dalam menangani kasus ‘kejahatan internasional’ oleh negara anggota represif tahun 2012-2017. Interpol memiliki Red Notice sebagai sebuah instrumen untuk menangkap individu yang menjadi buron atas tindak kejahatan yang telah dilakukan. Hal ini menjadi diplomatik karena adanya berbagai laporan kasus politisasi Red Notice yang dimanfaatkan secara politik oleh Negara-negara anggota represif untuk menangkap oposisi politik seperti aktivis dan jurnalis. Sementara Interpol dengan konstitusi dasarnya melarang keterlibatan Interpol dalam kasus berkaitan dengan militer, politik, dan karakter rasial. Berlandaskan teori efektivitas rezim Arild Underdal ditemukan bahwa rezim Interpol melalui Red Notice tidak efektif seiring kegagalan rezim mencapai behavioral change dan technical optimum yang diharapkan. Inefektivitas terjadi karena kombinasi tiga faktor negatif: (1) rezim menghadapi masalah sangat sulit, isu kejahatan internasional sangat rumit baik dalam konteks intelektual dan politik, bias keuntungan keamanan politik domestik, serta perbedaan masing-masing anggota Interpol memaknai keamanan nasional, keamanan internasional dan fungsi Interpol itu sendiri.tergantung identitas dan sistem pemerintahan; (2) kemampuan penyelesaian masalah rezim lemah, meskipun pengaturan institusi cukup baik melalui sistem voting namun terdapat relasi kekuasaan yang tidak efektif antara Negara-negara pusher dan intermediaries serta komunitas epistemik yang kalah melawan proses politik; (3) level kolaborasi hanya dengan koordinasi eksplisit dengan implementasi berada pada ketentuan domestik. Kata kunci: Red Notice Interpol, politisasi kejahatan internasional, negara anggota represif, efektivitas rezim. ABSTRACT
File Attachment Download File
ABSTRAKSI.pdf