PROGRAM SARJANA

DILEMA SEKURITISASI PENANGANAN PANDEMI COVID-19 JEPANG

Title DILEMA SEKURITISASI PENANGANAN PANDEMI COVID-19 JEPANG
Author(s) Dian Anggraini Pary Usamahu (18/424627/SP/28175)
Dra. Siti Daulah Khoiriati, MA (Pembimbing)
Areas of Interest International Politics
Publisher Departemen Ilmu Hubungan Internasional
Publishing Year 2022
Publishing Place Yogyakarta
Abstract/Notes Pandemi COVID-19 yang melanda dunia membuat negara-negara mengambil tindakan sekuritisasi untuk menanggulanginya. Salah satu tindakan sekuritisasi yang populer diambil adalah lockdown. Ketika banyak negara-negara menerapkan lockdown, Jepang justru menghidari penerpan lockdown dan memilih menerapakan sekuritisasi ala Jepang: State of Emergency, tanpa sanksi bagi yang melanggar. Meski demikian, masyarakat Jepang merasa tak puas dengan kinerja pemerintah. Hal ini membuat sekuritisasi Jepang dinilai gagal. Lantas mengapa sekuritisasi pandemi COVID-19 Jepang gagal? Tulisan ini berargumen bahwa kegagalan sekuritidasi penanganan pandemi COVID-19 gagal karena dua hal: Olimpiade Tokyo 2020 dan ekonomi. Di satu sisi jika pemerintah Jepang menerapkan sekuritisasi seperti lockdown, Jepang secara ekonomi akan merugi. Terlebih lagi, penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang telah memakan biaya besar tidak mungkin dibatalkan begitu saja. Penerapan lockdown juga akan memberikan kesan bahwa Jepang tidak aman dan layak sebagai tuan rumah olimpiade. Tulisan ini menggunakan teori sekuritisasi sosiologis dari Thierry Balzacq untuk menjelaskan faktor kontekstual yakni Olimpiade 2020 dan ekonomi yang mempengaruhi tindakan sekuritisasi pemerintah Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh dari studi pustaka. Kata Kunci: Sekuritisasi, state of emergency, Olimpiade 2020, lockdown.
File Attachment Download File
S1-2022-424627-abstract.pdf