PROGRAM SARJANA

ANALISIS RESTORASI WOUNDS OF POLITICAL INJUSTICE DALAM PROSES REKONSILIASI KASUS COMFORT WOMEN ANTARA KOREA SELATAN DAN JEPANG

Title ANALISIS RESTORASI WOUNDS OF POLITICAL INJUSTICE DALAM PROSES REKONSILIASI KASUS COMFORT WOMEN ANTARA KOREA SELATAN DAN JEPANG
Author(s) Monica Bening Maeria Anggani (16/394562/SP/27168)
Dr. Nanang Pamuji Mugasejati/Pembimbing
Areas of Interest International Politics
Publisher Departemen Ilmu Hubungan Internasional
Publishing Year 2020
Publishing Place Yogyakarta
Abstract/Notes Peristiwa comfort women yang terjadi pada masa Perang Dunia II adalah salah satu kasus sejarah yang membayangi relasi Korea Selatan dan Jepang hingga saat ini. Kasus tersebut meninggalkan wounds of political injustice bagi relasi antar aktor yang terlibat dalam tatanan politik, atau dalam kasus ini adalah para korban comfort women, pemerintah Korea Selatan, pemerintah Jepang, dan publik. Berdasarkan pada teori Daniel Philpott, rekonsiliasi politik perlu dilakukan melalui enam praktik untuk merestorasi wounds of political injustice tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagian apa dari praktik rekonsiliasi yang dapat dikatakan berhasil atau gagal berkontribusi terhadap pemulihan wounds of political injustice tertentu dalam kasus ini. Untuk menjawab pertanyaan ini, akan dilakukan analisis terhadap upaya-upaya resolusi yang telah dilakukan selama beberapa dekade terakhir dan observasi perubahan kondisi dalam relasi antar aktor untuk menemukan restorasi wounds of political injustice yang terjadi. Dari upaya-upaya penyelesaian yang telah dilakukan sejak pertama kali kasus comfort women diangkat ke publik, sebagian praktik sudah berhasil membawa restorasi wounds of political injustice karena kondisi relasi antar aktor yang membaik. Akan tetapi, terdapat hambatan utama yang mengakibatkan pengakuan secara inkonsisten terhadap penderitaan korban, sehingga restorasi tidak dapat tercapai secara penuh. Hal tersebut menandakan bahwa proses rekonsiliasi berhasil secara parsial, seperti yang seringkali terjadi dalam rekonsiliasi politik menurut Philpott. Kata kunci: Rekonsiliasi, wounds of political injustice, restorasi, comfort women, pemerintah Korea Selatan, pemerintah Jepang
File Attachment Download File
S1-2019-394562-abstract.pdf