15 Februari 2019 By admin hi

Recent Developments in the EU & Its Impact to the EU-Indonesia Relations

Recent Developments in the EU & Its Impact to the EU-Indonesia Relations

H.E. Charles-Michel Geurts, Deputi Ketua Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam mengungkapkan UE dan Indonesia berbagi nilai yang sama, yakni Bhinneka Tunggal Ika yang jika ditranslasikan menjadi Unity in Diversity, dan tak lain merupakan moto dari UE. (11/02)

Acara yang bertajuk Recent Developments in the EU & Its Impact to the EU-Indonesia Relations menarik minat sebanyak 175 peserta yang memadati ruang Auditorium Mandiri Fisipol UGM. Mereka berasal tidak hanya dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional UGM, tetapi juga dari luar kampus UGM.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Departemen Ilmu Hubungan Internasional (DIHI) dan Institute of International Studies (IIS) UGM ini berlangsung selama 2,5 jam dan dimoderatori oleh Drs. Muhadi Sugiono, MA, selaku dosen Ilmu Hubungan Internasional UGM yang memiliki keahlian dalam bidang Studi Eropa.

Geurts menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang penting bagi EU karena Indonesia berperan sebagai pasar maupun sebagai titik transit untuk barang-barang dari EU. EU juga telah secara konsisten berinvestasi di Indonesia dan menjadi investor non-Asia teratas bagi Indonesia. EU juga membutuhkan Indonesia untuk beberapa masalah keamanannya, misalnya kerja sama dalam peacekeeping dan disaster rescue operations.

UE merupakan sebuah organisasi supranasional yang beranggotakan 28 negara di Eropa. UE merupakan organisasi antarpemerintah pertama yang terintegrasi dalam berbagai bidang seperti bidang ekonomi melalui penggunaan Euro sebagai common currency, bidang politik melalui pembetukan Parlemen Eropa yang memiliki wewenang untuk membentuk hukum/legislasi yang berlaku di kawasan Uni Eropa, dan penetapan Schengen Area melalui penghapusan paspor dan semua jenis kontrol perbatasan lainnya di wilayah perbatasan bersama anggota UE.

Banyak pertanyaan yang diajukan peserta sebagai antusiasme terhadap acara. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian cindera mata kepada Charles-Michel Geurts oleh Dr. Nur Rachmat Yuliantoro selaku Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM.


Penulis: Melisa Rachmania
Editor: Novi Dwi Asrianti