28 Juni 2019 By Publikasi IIS

Diskusi Terbatas “Manajemen Riset” dengan PolGov: Pentingnya Diskusi Antar Tim

Diskusi Terbatas “Manajemen Riset” dengan PolGov: Pentingnya Diskusi Antar Tim

Pada hari Selasa (26/6), Institute of International Studies (IIS) melaksanakan sesi diskusi terbatas terkait “Manajemen Riset” bekerja sama dengan Research Center for Politics and Governance (PolGov) Departemen Politik dan Pemerintahan Universitas Gadjah Mada (DPP UGM). Kegiatan dilaksanakan di ruang diskusi IIS dan diikuti oleh staf IIS dan PolGov. Diskusi ini menjadi medium berbagi pengetahuan antar kedua lembaga riset mengenai proses penelitian, mulai dari tahap perencanaan hingga pengelolaan luaran riset.

“Pelaksanaan riset sendiri hanya merupakan satu dari seluruh kegiatan di PolGov. Harus diingat bahwa penelitian sendiri memerlukan proses panjang, mulai dari penyusunan proposal, budgetting, staffing, dan lainnya,” ujar Yusnita Ike Christanti, selaku manajer PolGov dalam pembukaan.

Ketika berbicara pelaksanaan riset, Devy Dhian selaku senior researcher PolGov dan dosen DPP UGM menyatakan bahwa setidaknya ada empat tahapan yang perlu dilakukan, meliputi (1) Preliminary research yang meliputi penyusunan anggaran, pengumpulan ide melalui literatur review dan focus group discussion. Kemudian berlanjut ke nomor (2), berupa collecting the data yang artinya turun ke lapangan untuk melaksanakan in-depth interview atau cara penghimpunan data lainnya. Langkah (3) yaitu Research report, yang meliputi kegiatan pengolahan data untuk dikerangkai dengan apa yang ditemukan ketika literature review, terdiri dari dua bagian turunan yang harus dipenuhi, yakni research report dan financial report. Kemudian, langkah (4) dan yang terakhir adalah diseminasi sebagai proses pendistribusian hasil riset, baik dalam bentuk seminar, conference, buku, dan lain-lain.

Pada tahapan awal penelitian, atau proses penyusunan proposal, Devy menyatakan bahwa yang terpenting dalam proposal tersebut ialah kebaruan serta urgensi dari topik yang ditawarkan.

“Tentu seluruh proses ini diikuti dengan diskusi antar peneliti maupun dosen yang terlibat,” tambah Devy.

Anastasia Imelda selaku asisten peneliti di PolGov lantas menambahkan pentingnya komunikasi dari seluruh divisi yang bekerja sepanjang riset yang dalam pengalamannya difasilitasi oleh pusat penelitian sendiri. “(Komunikasi pertama – tama dibangun lewat) Diskusi, tentunya jangan terpaku kepada riset, akan tetapi juga untuk membangun sumber daya internal. Ambil contoh ketika penyelenggaraan lokakarya yang tidak hanya dilakukan sebelum riset berlangsung, namun juga di tengah program berjalan sebagai penyegaran. Tujuannya tidak terbatas diskusi tentang topik yang jadi perhatian, namun juga menjadi ruang berbagi hasil penelitian masing-masing yang dijalankan. Hasilnya nanti terasa ketika peneliti kembali turun ke lapangan dimana mereka punya target yang jelas berbekal lokakarya dan diskusi ini”, ujar Anastasia.

Komunikasi yang berjalan lancar akan memudahkan monitoring dan evaluasi dari penelitian yang berjalan. Proses ini dinilai penting untuk memastikan hasil riset sesuai dengan perjanjian dan perencanaan awal, utamanya dalam hal koleksi data beserta pengolahannya. Monitoring dan evaluasi dilakukan pada dua level, yaitu level internal dan level eksternal. Tak berhenti di situ, proses penelitian juga meliputi diseminasi untuk memaparkan hasil riset melalui seminar, konferensi, buku, serta media lainnya. Luaran riset dan jenis laporan umumnya bergantung pada pemberi dana hibah. Salah satunya dilakukan melalui RegINA (Resource Governance in Asia Pacific) sebagai bentuk sharing knowledge di level kawasan.


Penulis: Sonya Teresa Debora & Denise Michelle
Penyunting: Willibrordus Bintang Hartono