27 Mei 2016 By @dm1n

Retno L.P. Marsudi, Menikmati Profesi Diplomat

Retno L.P. Marsudi, Menikmati Profesi Diplomat

Setiap orang tentunya punya keinginan atau cita-cita untuk sukses di bidangnya. Retno L.P. Marsudi termasuk salah seorang yang beruntung dapat menekuni profesi sesuai bidangnya semenjak lulus kuliah. Lulusan Ilmu Hubungan Internasional UGM angkatan 1981 ini setia menapaki dunia diplomasi. Usai menjadi Duta Besar Indonesia untuk Belanda, ia dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI). Retno menjadi Kartini pertama yang menjadi Menlu RI.

Karir diplomasi Retno berawal dari rekrutmen langsung yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di penghujung masa kuliahnya. Begitu lolos seleksi, Retno memperoleh beasiswa selama setahun hingga lulus dan langsung direkrut oleh Kemenlu.

Bagi Retno, dunia diplomasi sangatlah menarik dan dinamis. Seorang diplomat harus menjalani mobilitas yang tinggi dan berinteraksi dengan berbagai golongan masyarakat. Walaupun saya akui, ketika profesi ini dipegang seorang wanita, ada tantangan tersendiri, apalagi bila sudah berkeluarga. Tapi saya sangat menikmati profesi ini, ujar Retno mantap.
Beruntung Retno mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya. Suaminya yang berprofesi sebagai arsitek telah memahami risiko pekerjaan Retno dan terus setia mendampinginya. Retno pun mendidik anak-anaknya untuk mandiri dalam lingkungan keluarga dengan mobilitas tinggi. Saya tekankan bahwa mereka harus berdiri di atas kaki sendiri, tuturnya.

Retno telah menjadi diplomat di beberapa negara, yakni sebagai Atase di Australia, dan Duta Besar di Norwegia dan Belanda. Selama menjabat sebagai duta besar yang membawa nama bangsa, Retno tentu menghadapi banyak tantangan. Ia sadar sepenuhnya bahwa diplomat adalah garda depan negara. Karena itulah seorang diplomat mutlak harus memiliki rasa cinta tanah air sehingga mampu membela negara.

Di sela-sela kesibukannya, Retno selalu menyempatkan diri untuk berolahraga dan memasak. Kalau semua urusan kantor sudah saya selesaikan, saya selalu lari ke dua hal. Kalau enggak olahraga, ya masak, ujarnya. Retno berkisah bahwa ia kerap memasak masakan Indonesia yang disajikan dengan kombinasi ala Barat ketika menjamu tamu asing di rumahnya.
Kalimat yang selalu ia pegang adalah just do your best. Dari situlah Retno senantiasa memberikan usaha terbaiknya untuk profesi dan juga untuk negaranya.