16 Mei 2016 By @dm1n

Bekal Jhendra Samodra Mewujudkan Mimpi Menjadi Diplomat

Bekal Jhendra Samodra Mewujudkan Mimpi Menjadi Diplomat

Menjadi seorang diplomat adalah impian yang terwujud bagi Jhendra Ageng Samodra. Berada pada posisi tersebut, bukanlah hal yang singkat. Lulusan Hubungan Internasional tahun 2012 ini telah mempersiapkannya dengan pengalaman dan kemampuan.

Menjadi diplomat merupakan impian saya sejak SMA, ungkap laki-laki kelahiran Madiun, 6 Februari 1990 ini. Jhendra, sapaanya, kini bekerja sebagai diplomat pertama dengan jabatan diplomatik Atase di Bagian Kontribusi dan Pencalonan Indonesia pada Organisasi-organisasi Internasional. Jhendra bekerja di bawah Sekretariat Direktorat Multilateral, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan koordinasi antara organisasi internasional dengan pemerintah Indonesia.

Ketertarikan dan passion mengenai diplomasi dan organisasi internasional mengantarkan Jhendra mewujudkan impiannya. Tak hanya itu, Jhendra juga membekali diri dengan berbagai pengalaman semasa kuliah. Ia pernah aktif di UKM English Debate Society (EDS) UGM, Model United Nations (UGM) Community, dan menjadi asisten peneliti di Institute of International Studies UGM. Melalui organisasi tersebut Jhendra mengasah kemampuan terhadap isu internasional. Semua pengalaman tersebut mampu menambah nilai plus dalam seleksi CPNS Kemlu. Terdapat kriteria khusus yang dibutuhkan untuk menjadi diplomat, pertama adalah memiliki kualifikasi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK) yang telah lolos tes CPNS Kemlu, dan telah menempuh Diklat Diplomatik tingkat dasar (Sekolah Dinas Luar Negeri/Sekdilu), serta pengalaman dengan Organisasi-organisasi Internasional,jelasnya.

Setiap pekerjaan memiliki tantangan sendiri. Jhendra mengungkapkan tantangan dari profesi diplomat adalah harus menjaga hubungan dan koordinasi yang baik antarlembaga, organisasi, maupun kementerian. Pekerjaan ini sangat erat hubungannya dengan adanya hubungan koordinasi yang produktif, baik antar Kementerian/Lembaga Pemerintah, maupun dengan berbagai Organisasi Internasional dan akademisi, terang Jhendra.

Keadaan yang dinamis juga memacu kemampuan beradaptasi yang baik. Jhendra menceritakan bahwa seringkali perkembangan suatu isu sangat dinamis, bahkan di luar prakiraan. Upaya yang sudah disiapkan sebelumnya, ternyata tidak cukup dan kita harus segera beradaptasi dengan cepat untuk memitigasinya. Seringkali, kita diharapkan untuk serba-bisa dalam menangani berbagai isu, walaupun kita belum terlalu memahami isu tersebut, jabarnya. Terlepas dari semua tantangan, Jhendra tetap menikmati karena pekerjaan tersebut adalah impiannya.

Jauh dari negeri Kincir Angin, Jhendra menyampaikan pesan bagi mahasiswa Fisipol untuk selalu kritis, percaya diri, berani menjadi pribadi yang unik dan melawan semua keraguan. Kompetisi semakin sulit, mahasiswa FISIPOL harus senantiasa beradaptasi dengan meningkatkan kualitas diri dalam membangun negeri, pungkasnya.