09 November 2018 By Publikasi IIS

[DISKUSI BULANAN] “Selamatan Anak Cucu Sumilah”: Membuka Ruang-Ruang Rekonsiliasi Pasca-Kekerasan Melalui Seni

[DISKUSI BULANAN] “Selamatan Anak Cucu Sumilah”: Membuka Ruang-Ruang Rekonsiliasi Pasca-Kekerasan Melalui Seni

Cerita dan memori tentang kekerasan masa lalu cenderung penuh dengan narasi yang traumatik. Padahal, ada cara lain untuk bercerita tentang hal ini, salah satunya melalui seni.

Pertunjukan teater “Selamatan Anak Cucu Sumilah” berusaha untuk membuka ruang dialektik yang baru, untuk memahami peristiwa kekerasan yang terjadi di Indonesia sejak Orde Lama. Dibungkus dalam bentuk pertunjukan teater yang interaktif, penonton dan pelaku diajak untuk memahami peristiwa kekerasan dalam cara yang non-traumatik, dan juga melihat aspek-aspek personal dari tragedi ini.

IIS UGM akan mengadakan diskusi dan bedah naskah pertunjukan “Selamatan Anak Cucu Sumilah”. Diskusi ini lebih lanjut akan melihat bagaimana seni memiliki peran penting dalam proses rekonsiliasi dari pengalaman getir masa lalu, dan akan dilaksanakan pada:

15 November 2018
15.00 – 17.00
Ruang BA 201 FISIPOL

Diskusi ini menghadirkan:

  1. Irfanuddien Ghozali (Sutradara “Selamatan Anak Cucu Sumilah”)
  2. Ulya “Pipin” N.E. Jamson (Dosen  Departemen Politik dan Pemerintahan UGM)
  3. Nabila Auiliani Ruray (Moderator, Asisten Peneliti IIS UGM)

Untuk registrasi, silahkan klik: ugm.id/DiskusiIISNov


Diskusi ini merupakan kerja sama Institute of International Studies dengan Indonesia untuk Kemanusiaan, Kiprah Perempuan, Teater Gadjah Mada Yogyakarta, Teater Selasar, Fopperham, Kedai Kebun Forum, Malya, dan Program Peduli.